Kunjungi MTsN 3 Solok, Wabup Candra Tegaskan Pentingnya Waspada Terhadap Bahaya PEKAT

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh penyakit masyarakat (pekat) dan narkoba, Wakil Bupati Solok, H. Candra, SHI, memimpin sosialisasi yang berlangsung di MTsN 3 Solok pada tanggal 6 April. Kegiatan ini diadakan untuk memberikan pemahaman dan strategi pencegahan kepada generasi muda, yang merupakan aset berharga bagi masa depan bangsa.
Pentingnya Kolaborasi dalam Pemberantasan PEKAT
Sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk Camat Lembah Gumanti, Kapolsek, Kejaksaan, Kodim, serta perwakilan dari lembaga pendidikan dan keagamaan. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan komitmen bersama untuk melawan permasalahan yang mengancam generasi muda di Kabupaten Solok.
Dalam sambutannya, Candra menekankan bahwa penyakit masyarakat seperti pergaulan bebas, perilaku LGBT, penyalahgunaan narkoba, dan perjudian menjadi ancaman yang sangat serius. Ia mengharapkan agar semua pihak berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi anak-anak dan remaja.
Strategi Pemberantasan yang Efektif
Wakil Bupati Candra mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk merumuskan dan menerapkan peraturan nagari sebagai salah satu langkah strategis dalam menanggulangi pekat. Ia berpendapat bahwa pendekatan berbasis peraturan lokal terbukti lebih efektif dibandingkan dengan sekadar penegakan hukum yang bersifat represif.
Dia menjelaskan bahwa keberhasilan dalam meminimalisir pekat dapat dicapai melalui empat aspek penting yang perlu diperhatikan:
- Pembinaan rumah tangga
- Pembinaan rumah ibadah (masjid)
- Pembinaan madrasah/sekolah
- Pembinaan sistem pemerintahan
Problematika yang Dihadapi Generasi Muda
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, H. Zulkifli, S.Ag, MM, yang bertindak sebagai pemateri utama, menjelaskan empat tantangan utama yang dihadapi oleh generasi muda di daerah tersebut. Pertama, keroposnya keimanan dan akidah di kalangan remaja. Kedua, kurangnya pelaksanaan ibadah yang konsisten. Ketiga, meningkatnya kasus bullying di kalangan remaja. Keempat, kemudahan generasi muda terpengaruh oleh berita hoaks yang beredar di media sosial.
Pentingnya Peran Orang Tua dan Guru
Lizi Virma Susanti, Kasi Pendidikan Madrasah, menegaskan bahwa orang tua dan guru memiliki peran krusial dalam mengawasi perkembangan anak di era digital. Ia mengingatkan bahwa orang tua dan pendidik perlu memahami teknologi untuk dapat memantau dan mengarahkan interaksi anak-anak di dunia maya secara bijak.
Hj. Susi Elfina, salah satu pemateri, juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap perkembangan teknologi yang semakin pesat. Ia mengingatkan bahwa jika tidak ditangani dengan bijak, teknologi dapat membawa dampak negatif bagi generasi muda.
Menanggulangi PEKAT Melalui Sinergi dan Kesadaran Bersama
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif dalam memberantas pekat serta memperkuat upaya pencegahan narkoba di kalangan generasi muda, khususnya di Kecamatan Lembah Gumanti. Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi yang berakhlak mulia dan terhindar dari pengaruh negatif.
Dengan kolaborasi yang solid, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, serta mendorong mereka untuk menjadi individu yang bertanggung jawab dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Wakil Bupati Candra menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam melindungi generasi muda dari pengaruh pekat yang merusak. Maka, seluruh pihak diharapkan dapat bersatu padu dalam melaksanakan langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah ini secara komprehensif dan berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Pencak Silat: Warisan Budaya Indonesia yang Harus Dilestarikan
➡️ Baca Juga: Kedudukan Wanita dalam Keluarga Indonesia: Perspektif Terkini



