Abdullah Sani, Wagub Jambi, Luncurkan Strategi Gerakan Pangan Murah di TVRI untuk Stabilkan Harga Jelang Lebaran

Dalam upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri, Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, menyoroti pentingnya strategi Gerakan Pangan Murah (GPM). GPM, sebuah langkah strategis yang diprakarsai oleh pemerintah, diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang terjangkau.
GPM: Strategi Baru untuk Stabilitas Harga
Abdullah Sani menyampaikan pentingnya Gerakan Pangan Murah saat membuka Bazaar GPM yang digelar di TVRI Jambi. Acara tersebut adalah hasil kolaborasi antara TVRI Jambi, Badan Pangan Nasional, dan Perum Bulog. Tujuan dari acara ini adalah untuk membuat bahan pangan lebih terjangkau bagi masyarakat.
Dalam penjelasannya, Sani mengungkapkan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk nyata dari upaya pemerintah dalam menstabilkan pasokan dan harga bahan pokok, seperti beras, minyak goreng, telur, dan cabai.
Stabilitas Harga untuk Ekonomi yang Sehat
Menurut Wagub Sani, Gerakan Pangan Murah bukan hanya bertujuan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, namun juga untuk mempertahankan daya beli masyarakat. “Ketika harga pangan stabil, maka roda perekonomian daerah juga dapat bergerak lebih sehat,” ucapnya.
Sani juga memberikan apresiasi atas sinergi antara berbagai pihak dalam penyelenggaraan acara tersebut. Ia berpendapat bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga penyiaran publik, pelaku usaha, dan masyarakat adalah kunci sukses dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Fluktuasi Harga dan Strategi Pemerintah
Abdullah Sani menjelaskan bahwa fluktuasi harga bahan pokok seringkali dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti distribusi, cuaca, produksi, dan kondisi ekonomi global. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jambi terus mendorong langkah-langkah strategis seperti memperkuat distribusi pangan, menjaga ketersediaan stok, dan mendukung produksi petani lokal.
Wagub Jambi juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan bazaar pangan murah ini dan mendukung produk lokal dan UKM. “Mari kita cintai produk lokal dan memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga ketahanan pangan daerah,” tuturnya.
Gerakan Pangan Murah dan Stabilitas Inflasi
Kepala Stasiun TVRI Jambi, Herly Marjoni, menyebutkan bahwa Gerakan Pangan Murah adalah bagian dari upaya pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga stabilitas inflasi di daerah. Dalam acara tersebut, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga yang terjangkau, seperti beras, telur, cabai, bawang merah, bawang putih, dan daging beku.
Optimalisasi Rumah Pangan Kita
Johansyah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, menekankan bahwa program Gerakan Pangan Murah mobile dan optimalisasi 2.024 kios pangan atau Rumah Pangan Kita (RPK) merupakan strategi penting dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok. Program ini, kata Johansyah, difokuskan pada keterjangkauan komoditas utama seperti minyak goreng, gula, dan tepung, termasuk bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Menurut Johansyah, Gerakan Pangan Murah telah terbukti efektif selama beberapa tahun terakhir. Program ini hadir langsung di tengah masyarakat, terutama di daerah yang harga bahan pokoknya cenderung tinggi. Dengan harga komoditas yang dijual di bawah harga pasar, masyarakat diharapkan dapat menikmati kebutuhan pangan yang lebih stabil dan terjangkau, terutama menjelang Lebaran.
➡️ Baca Juga: Rizky, Virza, dan Aldo di Grand Final SUCI 11 KompasTV, Tayang Jumat 28 Februari
➡️ Baca Juga: Kecelakaan Antara Mobil Pick Up dan Tronton di Batu Bara Mengakibatkan 2 Korban Luka
