Optimasi Kesejahteraan Anak Yatim: Prioritas Utama Bupati Saipullah di Tengah Efisiensi

Di tengah tantangan efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tetap menjadikan optimasi kesejahteraan anak yatim sebagai prioritas utama. Meski beragam sektor mengalami pemangkasan anggaran, peningkatan kesejahteraan anak yatim tetap menjadi fokus utama.
Prioritas Utama di Tengah Efisiensi
Pada tahun anggaran 2026, Pemkab Madina secara resmi mengalokasikan dana sebesar Rp1,2 miliar dalam APBD untuk bantuan anak yatim dan piatu, mencakup sekitar 4.850 individu. Berita baik ini disampaikan langsung oleh Bupati Madina, Saipullah Nasution, saat acara penyantunan di Masjid Nurul Huda, Desa Hutabargot Dolok, Kecamatan Hutabargot.
Berbagi Kebaikan di Bulan Suci
Saipullah Nasution mengungkapkan bahwa momen Ramadan 1447 H ini dimanfaatkan pemerintah untuk lebih dekat dengan masyarakat. Melalui serangkaian Safari Subuh, Safari Jumat, hingga Safari Tarawih, tim pemkab turun langsung ke desa-desa. “Kami berusaha mendekatkan diri kepada masyarakat dan menampung aspirasi pembangunan secara langsung dari bawah,” ungkap Saipullah.
Menyambut bulan suci, Saipullah juga mengajak semua elemen masyarakat untuk menjadikan bulan suci ini sebagai ajang perlombaan dalam kebaikan. “Mari kita berkompetisi dalam berbuat baik, terutama memberikan perhatian kepada mereka yang membutuhkan,” tambahnya.
Pesan Khusus untuk Anak Yatim
Emosi haru menggelayut saat Bupati Saipullah memberikan pesan khusus kepada anak-anak yatim yang hadir. Beliau mengingatkan bahwa anak yatim adalah sosok yang sangat disayangi oleh Rasulullah SAW. “Jangan pernah berhenti mendoakan orang tua yang telah tiada. Doakan ayah agar dijauhkan dari siksa kubur dan kelak kalian dipertemukan kembali di surga Allah SWT,” pesannya.
Optimasi Kesejahteraan Anak Yatim
Bahruddin Jualiadi, Kabag Kesejahteraan Rakyat Sekdakab, merinci bahwa anggaran Rp1,2 miliar tersebut ditargetkan dapat mencapai 4.850 anak di seluruh wilayah Kabupaten Madina. “Meski ada efisiensi di berbagai sektor, Pemkab Madina tetap berkomitmen mengusulkan dan memperjuangkan santunan ini masuk dalam APBD 2026,” tegas Bahruddin.
Apresiasi Masyarakat
Apresiasi muncul dari tokoh masyarakat Desa Hutabargot Dolok, Solahuddin Pulungan. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dan perhatian nyata pemerintah daerah. “Kami sangat bersyukur. Semoga program santunan ini tidak hanya berhenti di sini, tapi terus berlanjut di tahun-tahun mendatang demi membantu meringankan beban anak-anak kita,” tutupnya.
Bantuan Lainnya
Di samping bantuan dari pemerintah, Bupati Saipullah yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Nasution (Ikanas) turut menyerahkan bantuan personal berupa 50 helai kain sarung dan 50 set mukena. Bantuan ini disalurkan sebagai bentuk kepedulian organisasi marga terhadap kebutuhan ibadah masyarakat di Kecamatan Hutabargot.
➡️ Baca Juga: 4 Cara Atasi Jerawat Batu agar Tidak Berbekas
➡️ Baca Juga: Danrem 131/Santiago Siapkan Dukungan untuk Operasi Ketupat Samrat 2026 dalam Apel Gelar Pasukan