Kemah Sastra 2026: 20 Penulis Bersaing dalam Kompetisi dan Acara Kemah

Dengan lebih dari 71 peserta dari seluruh Kota/Kabupaten di Provinsi Lampung, Kemah Sastra 2026 telah berhasil memfilter dan memilih 20 penulis berbakat untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Acara ini, yang telah berhasil melewati proses kurasi tahap pertama, diharapkan menjadi platform bagi penulis muda untuk mengasah kemampuan mereka dalam sastra.
Tahap Seleksi Awal
Anggi Farhans, Sekretaris pelaksana Kemah Sastra, bersama Fitri Angraini, S.S., M.Pd., salah satu penerima manfaat Dana Indonesiana, menjelaskan bahwa dari 71 karya yang diterima, hanya 20 yang berhasil lolos seleksi. Tim kurator yang berpengalaman telah bekerja keras untuk memilih karya-karya tersebut berdasarkan kriteria dan pedoman yang telah ditetapkan.
Anggi melanjutkan, “Kami memilih 20 dari 71 karya yang masuk. Semua karya yang kami pilih layak sebagai karya sastra, namun kami hanya mencari 20 karya terbaik sesuai dengan juknis yang telah ditetapkan.”
Lomba Menulis dan Pengumuman Pemenang
Fitri menambahkan bahwa 20 peserta yang telah lolos seleksi ini diundang untuk mengikuti lomba menulis puisi atau cerpen secara offline. Acara ini akan diadakan pada Senin, 16 Maret 2026 di Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS Nuwa Baca Zainal Abidin Pagar Alam Dinas Perpusda Provinsi Lampung, Labuhan Ratu, Bandar Lampung.
Pengumuman pemenang akan disampaikan saat Kemah Sastra di Villa Dangau Kedaung, pada April 2026. Dewan juri yang terdiri dari Arman AZ, Ari Pahala Hutabarat, dan Iin Zakaria, akan memilih tiga karya terbaik.
Pendidikan dan Pelatihan Peserta
Ke-20 peserta Kemah Sastra akan mendapatkan pelatihan dari sastrawan dan akademisi terkenal, termasuk Ari Pahala Hutabarat, Arman AZ, dan akademi Unila. Mereka akan digembleng untuk mengasah kemampuan menulis mereka dan mempersiapkan diri untuk kompetisi selanjutnya.
Keberhasilan Kemah Sastra
Menurut Ketua pelaksana, Isbedy Stiawan ZS, kegiatan ini dapat dikatakan sukses. Faktanya, peserta tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa, tetapi juga pelajar SMP-SMA se Lampung, yang jumlahnya telah melampaui target.
Isbedy menjelaskan, “Karya-karya cerpen dan puisi yang saya kurasi, banyak yang baik. Sehingga sangat ketat ketika saya mengkurasi. Saat memilih, saya tidak melihat nama pengirim dan asal, juga apakah cerpen atau puisi. Tak heran hasil akhir, saya dapati 11 cerpen dan 9 puisi.”
Daftar Peserta yang Lolos
Berikut adalah daftar 20 karya yang lolos dan akan melanjutkan ke tahap berikutnya dalam Kemah Sastra 2026:
- Puisi:
- “Ngantak Penjalang” karya M. Alif Al Ghifari SMAN 1 Pesisir Tengah, Pesisir Barat
- “Di Sudut Stasiun Tanjung Karang” (Laura Masyitha Alya Nurdiyono, Universitas Teknokrat Indonesia, Bandar Lampung)
- “Jika Air Mata Bisa Bersuara” (Truly Indah Mitra Sari, SMP Muhammadiyah Banyuwangi, Pringsewu)
- “Gedung Batin” (Muhammad Syahid Al Haqi, SMAN 9 Bandar Lampung)
- “Yang Pernah Hidup, Tapi Tak Sempat Diwariskan” (Aini Kamelia, SMAN 1 Pesisir Tengah, Pesisir Barat)
- “Mahkota di Ujung Sumatera” (Karaissa Naraya Baginda, SMP IT Daarul ‘Ilmi, Bandar Lampung)
- “Hari ini, Tanjung Karang” (Rina Riantina, Universitas Lampung)
- “Lada dalam Loreng” (Selsa Alfira, SMAN 1 Menggala, Tulang Bawang)
- “Arah yang Selalu Pulang” (Ara Atifa Azucena, SMAN 9 Bandar Lampung, Bandar Lampung)
- Cerpen:
- “Janji di Tanah Lampung” (karya Khendra Putra Al Kautsar, SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro, Kota Metro)
- “Muli, si Gadis Bumi Tapis Berseri” (Amanda Sharfina Mahawisnu, UIN Raden Intan Lampung)
- “Suara yang Tak Boleh Berhenti” (Risma Pramudita, Universitas Muhammadiyah Kotabumi, Lampung Utara)
- “Rumah Panggung yang Belum Selesai” (Romadhon Jaya, Universitas Lampung, Bandar Lampung)
- “Sekura Pura* (Cykal Qv Ichiya Putri, SMA N 7, Bandar Lampung)
- “Sinar Emas Paling Selatan” (Yuvanka Prasista, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung)
- “Tanah Pilihan” (Muhammad Hatta, SMAN 2 Bandar Lampung)
- “Lesung Pipi” (Dian Alia Ananta, SMA Ma’arif 05 Padang Ratu, Lampung Tengah)
- “Langkah Pertama” (Alisza Nasabilla Azahra, SMA Al Huda Jati Agung, Lampung Selatan)
- “Piil Pesenggiri” (Siti Nurdina Fitriani, SMAN 1 Ambarawa, Pringsewu)
- “Dua Puluh Tahun, Sebilah Ankus, dan Way Kambas” (Sinta Nurmala Dewi, Universitas Muhammadiyah Lampung)
Mari kita nantikan hasil akhir dari kompetisi ini dan beri dukungan kepada semua peserta yang telah berusaha keras untuk mencapai tahap ini.
➡️ Baca Juga: Update Jangka Panjang dan Dukungan Fitur: Titik Pembeda Software di Berbagai Merek HP.
➡️ Baca Juga: Tren Olahraga Rutin 2025 yang Wajib Anda Coba